Bugatti Tourbillon menjadi salah satu hypercar paling ambisius yang pernah dikembangkan pabrikan asal Molsheim, Prancis. Mobil ini menggantikan era Chiron dengan pendekatan yang sama sekali baru, terutama melalui penggunaan mesin V16 naturally aspirated 8,3 liter yang dipadukan dengan tiga motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga total 1.800 HP.
Tourbillon tidak sekadar menjadi penerus Chiron. Bugatti membangun platform, sistem hybrid, transmisi, suspensi, aerodinamika, dan kabinnya dari awal. Keputusan tersebut menghasilkan sebuah mobil yang tetap mempertahankan mesin pembakaran internal besar ketika industri otomotif kelas atas mulai banyak menggunakan elektrifikasi.
Tourbillon diperkenalkan pada Juni 2024 dan memasuki rangkaian pengembangan intensif menjelang produksi. Pada 2026, Bugatti masih melakukan berbagai validasi, termasuk pengujian musim dingin, pengembangan ban, simulasi dinamika kendaraan, serta persiapan fasilitas produksi baru di Molsheim.
Mesin V16 8,3 Liter Menggantikan W16 Legendaris Bugatti
Perubahan terbesar pada Bugatti Tourbillon berada di balik kabinnya. Mesin W16 8,0 liter dengan empat turbo yang menjadi ciri Veyron dan Chiron tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya, Bugatti bersama Cosworth mengembangkan mesin V16 berkapasitas 8,3 liter tanpa turbo.
Konfigurasi naturally aspirated menjadi keputusan yang tidak biasa untuk hypercar dengan target tenaga sangat besar. Mesin ini mampu menghasilkan 1.000 HP pada 9.000 rpm dan torsi 900 Nm tanpa bantuan turbocharger.
Panjang mesin mendekati satu meter, sementara bobotnya sekitar 252 kilogram. Bugatti membutuhkan proses pengembangan bertahun tahun untuk membuat unit yang dapat menghasilkan tenaga besar sekaligus tetap mempunyai karakter responsif pada putaran tinggi.
Proyek mesin dimulai ketika Bugatti Rimac menghubungi Cosworth pada 2021. Mesin V16 lengkap pertama kemudian siap diuji pada dynamometer pada 2023.
Tiga Motor Listrik Menambah Tenaga Hingga 800 HP
Mesin bensin bukan satu satunya sumber tenaga Tourbillon. Bugatti memasang dua motor listrik di poros depan serta satu motor tambahan di bagian belakang.
Ketiga motor tersebut mampu menghasilkan sekitar 800 HP. Jika digabungkan dengan mesin V16, tenaga sistem mencapai 1.800 HP.
Konfigurasi dua motor depan memungkinkan pengaturan tenaga pada masing masing roda secara presisi. Sistem ini juga membantu memberikan kemampuan torque vectoring sekaligus menjadikan Tourbillon sebagai kendaraan dengan penggerak empat roda.
Motor listrik mampu berputar hingga 24.000 rpm. Bugatti juga menggunakan inverter berbasis silicon carbide untuk mendapatkan kepadatan tenaga tinggi dalam ukuran relatif ringkas.
Perpaduan tenaga listrik dan mesin V16 memungkinkan mobil mendapatkan torsi secara instan ketika pedal akselerator ditekan, sementara mesin pembakaran mengambil peran besar ketika putaran terus meningkat.
Menurut penulis, keputusan mempertahankan mesin 16 silinder sambil menambahkan elektrifikasi membuat Tourbillon terasa berbeda dari hypercar hybrid yang hanya menjadikan mesin bensin sebagai pendamping sistem listrik.
Akselerasi 0 Sampai 100 Km per Jam Hanya Sekitar Dua Detik
Tenaga 1.800 HP diterjemahkan menjadi angka performa yang berada pada tingkat sangat tinggi. Bugatti mencatat Tourbillon mampu melaju dari keadaan berhenti menuju 100 km per jam sekitar dua detik.
Akselerasi menuju 200 km per jam membutuhkan waktu kurang dari lima detik. Mobil kemudian dapat mencapai 300 km per jam dalam waktu kurang dari 10 detik.
Angka yang lebih ekstrem terlihat ketika Tourbillon menuju 400 km per jam. Bugatti menyebut waktu yang dibutuhkan kurang dari 25 detik.
Kemampuan tersebut menempatkan Tourbillon sebagai salah satu kendaraan produksi dengan akselerasi paling agresif yang pernah dikembangkan Bugatti. Sistem listrik memberikan dorongan langsung pada kecepatan rendah, kemudian tenaga V16 terus bekerja ketika kendaraan memasuki kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Kecepatan Puncak Tourbillon Mencapai 445 Km per Jam
Tourbillon dirancang untuk memasuki wilayah kecepatan lebih dari 400 km per jam. Bugatti menyatakan kecepatan maksimum kendaraan dapat mencapai 445 km per jam.
Angka tersebut membutuhkan lebih dari sekadar tenaga mesin besar. Kendaraan yang bergerak pada kecepatan tersebut menghadapi tekanan udara ekstrem sehingga bentuk bodi, pendinginan, ban, suspensi, pengereman, dan distribusi gaya tekan harus bekerja sebagai satu sistem.
Aerodinamika Tourbillon dirancang agar mobil tetap stabil tanpa harus selalu mengandalkan sayap belakang dalam posisi tinggi.
Pada kondisi kecepatan maksimum, sayap belakang dapat tetap tersimpan karena diffuser dan bentuk bodi menghasilkan keseimbangan aerodinamika yang diperlukan. Sayap kemudian dapat digunakan pada kecepatan lebih rendah untuk menambah downforce serta berfungsi sebagai air brake ketika kendaraan melakukan perlambatan.
Baterai 25 kWh Bisa Membawa Tourbillon Tanpa Mesin Bensin
Sistem hybrid Tourbillon menggunakan baterai berkapasitas 25 kWh dengan arsitektur 800 volt. Posisi baterai ditempatkan di terowongan tengah serta di belakang penumpang.
Kapasitas tersebut bukan sekadar digunakan sebagai penunjang akselerasi. Bugatti menyatakan Tourbillon mempunyai kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik lebih dari 60 kilometer dalam kondisi yang sesuai.
Kemampuan ini berarti mesin V16 tidak harus selalu menyala ketika mobil digunakan.
Penempatan baterai juga menjadi bagian struktural dari monocoque. Pendekatan tersebut membantu Bugatti mengurangi penggunaan struktur tambahan sehingga bobot dapat ditekan.
Hal menarik lainnya, meskipun membawa mesin lebih panjang, tiga motor listrik, baterai besar, serta sistem hybrid lengkap, Tourbillon tetap dirancang memiliki bobot lebih rendah dibandingkan Chiron.
Transmisi Delapan Percepatan Dibuat Khusus untuk V16 Hybrid
Tenaga dari mesin V16 dan sistem elektrifikasi membutuhkan transmisi yang mampu bekerja dengan karakter sangat berbeda.
Bugatti menggunakan transmisi dual clutch delapan percepatan yang dikembangkan untuk Tourbillon.
Posisi dan desain transmisi juga harus menyesuaikan susunan mesin V16 yang panjang serta motor listrik belakang. Seluruh sistem dirancang sebagai satu paket sejak awal, bukan mengambil komponen milik Chiron kemudian menyesuaikannya.
Mesin naturally aspirated mempunyai cara menghasilkan tenaga berbeda dari W16 turbo. Tenaga meningkat mengikuti putaran mesin dan mencapai puncaknya ketika V16 mendekati 9.000 rpm.
Motor listrik mengisi kebutuhan torsi pada putaran rendah dan selama perpindahan tenaga sehingga akselerasi dapat berlangsung tanpa kehilangan dorongan secara berlebihan.
Tourbillon Menggunakan Sasis Karbon Generasi Baru
Platform Tourbillon dibangun menggunakan struktur karbon komposit T800 generasi baru.
Bugatti mengintegrasikan berbagai komponen untuk mengurangi jumlah material sekaligus meningkatkan kekakuan. Baterai, misalnya, menjadi bagian struktural monocoque.
Diffuser belakang juga mempunyai fungsi lebih besar daripada mengatur aliran udara. Struktur tersebut mengintegrasikan konsep perlindungan benturan sehingga Bugatti tidak harus memasang struktur tambahan besar di belakang kendaraan.
Bagian depan memakai saluran udara komposit yang menjadi bagian dari struktur kendaraan.
Berbagai komponen penyangga juga dibuat menggunakan pencetakan tiga dimensi. Pendekatan tersebut memungkinkan bentuk komponen dibuat mengikuti kebutuhan beban dengan penggunaan material yang lebih efisien.
Hasilnya adalah struktur yang diklaim lebih ringan sekaligus lebih kaku dibandingkan generasi sebelumnya.
Suspensi Aluminium Mengurangi Bobot hingga 45 Persen
Tourbillon tidak menggunakan sistem suspensi Chiron. Bugatti mengembangkan suspensi multi link baru pada bagian depan dan belakang.
Komponen utama dibuat menggunakan aluminium tempa dan sejumlah bagian diproduksi melalui pencetakan tiga dimensi.
Bugatti menyatakan rancangan baru membantu mengurangi bobot suspensi sekitar 45 persen dibandingkan sistem yang digunakan Chiron.
Mengurangi massa pada bagian suspensi menjadi penting karena berat komponen yang bergerak bersama roda memiliki pengaruh besar terhadap respons kendaraan.
Pada bagian belakang, Bugatti juga mengembangkan lengan suspensi berongga dengan bentuk menyerupai profil aerodinamika. Desain tersebut dibuat dengan bantuan pengembangan komputasional sehingga satu bagian dapat menjalankan fungsi struktural sekaligus membantu pengaturan aliran udara.
Ban Michelin Dikembangkan Khusus untuk Tourbillon
Mengendalikan kendaraan dengan tenaga 1.800 HP membutuhkan ban yang tidak dapat diambil begitu saja dari katalog reguler.
Michelin mengembangkan ban khusus untuk Tourbillon dengan ukuran 285 per 35 R20 pada roda depan dan 345 per 30 R21 di belakang.
Pengembangan ban berlangsung bersama program kendaraan. Tim menguji karakter ban dari tahap simulasi hingga pengujian nyata untuk memastikan kemampuan menangani tenaga, pengereman, perubahan arah, dan kecepatan tinggi.
Kebutuhan ban menjadi sangat penting ketika mobil dapat mendekati 445 km per jam. Pada kecepatan tersebut, gaya yang bekerja pada struktur ban meningkat sangat besar.
Bugatti dan Michelin melakukan pengujian khusus untuk menentukan konstruksi yang sesuai dengan karakter sasis Tourbillon.
Pengujian Tourbillon Sampai Dilakukan di Suhu Minus 30 Derajat
Hypercar dengan kemampuan ekstrem tidak hanya diuji di lintasan kering. Pada 2026, Bugatti membawa beberapa prototipe Tourbillon ke Arjeplog, Swedia.
Mobil menjalani pengembangan selama sekitar empat minggu dengan temperatur yang pada tahap tertentu mencapai minus 30 derajat Celsius.
Pengujian dilakukan di atas es, salju padat, lumpur salju, dan aspal untuk mengembangkan sistem ABS, traction control, ESC, torque vectoring, serta pengereman.
Sistem pendingin dan pemanas kabin juga diuji karena Bugatti ingin kendaraan tetap dapat bekerja dalam temperatur ekstrem.
Tourbillon memiliki beberapa mode berkendara, termasuk Comfort, Sport, dan Track. Setiap mode mengubah karakter distribusi tenaga serta tingkat keterlibatan sistem elektronik.
Aerodinamika Membuat Sayap Belakang Tidak Selalu Dibutuhkan
Bentuk Tourbillon dikembangkan berdasarkan prinsip yang Bugatti sebut sebagai shaped by speed. Setiap saluran udara, lubang pendinginan, diffuser, dan permukaan bodi mempunyai fungsi ketika mobil bergerak.
Diffuser belakang mulai naik dari bagian dekat kabin dan dibuat dengan sudut tertentu untuk membentuk tekanan udara yang sesuai.
Bagian depan menggunakan saluran yang mengarahkan udara melewati area lampu menuju intake samping. Pendinginan mesin, motor listrik, baterai, dan sistem rem menjadi bagian dari perhitungan yang sama.
Bugatti bahkan dapat menyimpan sayap belakang ketika kendaraan berada dalam kecepatan maksimum karena keseimbangan gaya telah diperoleh melalui bodi dan diffuser.
Saat dibutuhkan, sayap dapat muncul untuk menghasilkan tekanan tambahan atau membantu pengereman.
Interior Mengambil Inspirasi dari Jam Mekanis Mewah
Kabinnya mempunyai pendekatan yang sangat berbeda dari banyak mobil modern yang menggunakan layar besar sebagai pusat perhatian.
Bugatti justru membuat panel instrumen analog yang dikerjakan bersama ahli pembuatan jam Swiss. Komponen tersebut terdiri dari mekanisme mekanis kompleks yang tetap berada pada posisi ketika roda kemudi berputar di sekelilingnya.
Pendekatan itu dipilih agar interior tidak terlihat cepat tua karena perubahan teknologi layar.
Pengemudi tetap mendapatkan layar digital, tetapi perangkat tersebut dapat disembunyikan di dalam konsol tengah. Ketika diperlukan, layar dapat muncul dalam beberapa detik untuk menampilkan kamera belakang, navigasi, serta informasi kendaraan.
Konsol tengah juga menggunakan material kaca kristal, aluminium, titanium, karbon, dan kulit asli pada bagian tertentu.
Kursi Tourbillon Tidak Bisa Digeser Seperti Mobil Biasa
Salah satu keputusan teknik yang cukup unik terdapat pada posisi duduk.
Kursi Tourbillon dipasang langsung pada lantai sehingga tidak bergerak maju atau mundur seperti kursi kendaraan konvensional.
Bugatti menggunakan cara ini untuk menurunkan posisi duduk sekaligus mengurangi bobot dan kebutuhan mekanisme tambahan.
Agar pengemudi dengan postur berbeda tetap mendapatkan posisi berkendara yang nyaman, pedal justru dibuat dapat bergerak maju dan mundur secara elektrik.
Cara tersebut memungkinkan kabin mempunyai titik duduk rendah tanpa mengurangi fleksibilitas posisi pengemudi.
Desain ini juga membantu Bugatti membuat garis atap Tourbillon lebih rendah dibandingkan Chiron sekaligus mempertahankan ruang kabin yang cukup.
Nama Tourbillon Berasal dari Dunia Pembuatan Jam
Pemilihan nama Tourbillon berkaitan dengan filosofi jam mekanis kelas tinggi.
Tourbillon merupakan mekanisme yang terkenal dalam pembuatan jam mekanis. Sistem tersebut dikenal karena kompleksitas, ketelitian pengerjaan, serta gerakan mekanis yang dapat tetap menarik meskipun telah berusia sangat lama.
Bugatti menggunakan filosofi serupa untuk kendaraan barunya.
Alih alih membuat kabin sangat bergantung pada layar, panel instrumen utama justru menggunakan mekanisme analog. Hal tersebut membuat nama Tourbillon mempunyai hubungan langsung dengan cara kendaraan dirancang.
Panel instrumennya bahkan dikerjakan dengan toleransi yang sangat kecil dan menggunakan prinsip yang lebih dekat dengan jam mewah daripada panel instrumen kendaraan massal.
Menurut penulis, panel instrumen analog menjadi salah satu bagian paling menarik dari Tourbillon karena Bugatti tidak mencoba membuat kemewahan hanya melalui ukuran layar, tetapi melalui kerumitan mekanis yang dapat dilihat langsung oleh pengemudi.
Hanya 250 Bugatti Tourbillon yang Akan Dibuat
Eksklusivitas menjadi salah satu bagian utama strategi Tourbillon. Bugatti menetapkan produksi hanya sebanyak 250 unit.
Jumlah tersebut hanya setengah dari total produksi Chiron yang mencapai 500 unit.
Harga dasar Tourbillon diumumkan sebesar 3,8 juta euro sebelum pajak. Angka sebenarnya yang dibayar pemilik dapat jauh lebih tinggi setelah memasukkan pilihan personalisasi, material khusus, warna, dan berbagai program Sur Mesure.
Pada 2025, pelanggan sudah mulai melakukan konfigurasi kendaraan dengan banyak pilihan warna eksterior serta konfigurasi kulit.
Seluruh kendaraan akan dirakit di Molsheim, Prancis, tempat Bugatti membangun kendaraan modernnya sejak era Veyron.
Bugatti Membuka La Manufacture untuk Era Tourbillon
Persiapan produksi memperoleh langkah besar pada 2 Juli 2026 ketika Bugatti meresmikan fasilitas bernama La Manufacture di Molsheim.
Bangunan baru tersebut mempunyai luas sekitar 3.245 meter persegi dengan panjang 135 meter. Fasilitas dirancang untuk mendukung pekerjaan awal pada bodi dan kabin, pemeriksaan kualitas, inspeksi kendaraan, pemolesan, serta sejumlah proses pengecatan.
Atelier lama Bugatti tetap digunakan untuk tahap perakitan akhir.
La Manufacture dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi Bugatti hingga sekitar 200 kendaraan per tahun untuk keseluruhan aktivitas yang didukung fasilitas tersebut.
Pembukaan fasilitas berlangsung tidak lama sebelum Bugatti mengakhiri produksi W16 Mistral pada Juli 2026, menandai selesainya era mesin W16 pada mobil jalan raya Bugatti.
Tourbillon Masih Menjalani Validasi Intensif pada 2026
Meski Tourbillon telah diperkenalkan dua tahun sebelumnya, pengembangan kendaraan terus berlangsung sepanjang 2026.
Setelah pengujian musim dingin di Swedia, Bugatti melanjutkan pekerjaan terhadap ban bersama Michelin serta menyempurnakan dinamika kendaraan melalui simulator.
Data mesin, suspensi, sasis, dan sistem kendaraan dimasukkan ke model virtual. Insinyur kemudian menggunakan simulator untuk menguji berbagai konfigurasi sebelum membandingkan hasilnya dengan prototipe sebenarnya.
Pengujian virtual memungkinkan perubahan dilakukan berkali kali dengan kondisi yang sama sehingga tim dapat melihat perbedaan setiap pengaturan dengan lebih terukur.
Data dari lintasan nyata selanjutnya digunakan kembali untuk meningkatkan akurasi model komputer.
Bugatti Memilih V16 Hybrid daripada Menjadi Mobil Listrik Penuh
Ketika merancang penerus Chiron, Bugatti mempertimbangkan beberapa pilihan sistem penggerak. Salah satunya adalah mempertahankan W16 dengan pengembangan baru. Alternatif lainnya adalah membuat kendaraan listrik penuh.
Tim akhirnya memilih jalan yang lebih rumit dengan membuat mesin V16 baru dan menggabungkannya dengan sistem listrik.
Keputusan tersebut memungkinkan Tourbillon memiliki kemampuan berkendara elektrik sekaligus mempertahankan karakter mesin pembakaran internal.
Mesin V16 mencapai putaran 9.000 rpm dan menghasilkan karakter suara yang tidak bergantung kepada turbocharger. Motor listrik kemudian memberikan tenaga instan pada bagian yang sulit diperoleh mesin naturally aspirated berkapasitas besar.
Hasil akhirnya bukan sekadar Chiron yang diberi motor listrik, melainkan sebuah platform yang dibangun ulang untuk menampung dua sistem tenaga dalam satu kendaraan.
Tourbillon Menjadi Awal Babak Baru Bugatti Setelah W16
Berakhirnya produksi W16 Mistral pada Juli 2026 membuat transisi Bugatti semakin jelas. Veyron, Chiron, Bolide, dan W16 Mistral telah menunjukkan kemampuan mesin W16 selama lebih dari dua dekade, sementara Tourbillon membawa filosofi berbeda dengan mesin V16 naturally aspirated dan sistem hybrid.
Perubahannya juga terlihat pada cara mobil mengelola tenaga. Dua motor depan memungkinkan torque vectoring yang jauh lebih presisi, sedangkan motor belakang bekerja bersama mesin V16.
Baterai memungkinkan perjalanan lebih dari 60 kilometer menggunakan tenaga listrik, tetapi ketika seluruh sistem bekerja bersama, pengemudi memperoleh tenaga hingga 1.800 HP.
Dengan produksi terbatas 250 unit, harga awal 3,8 juta euro sebelum pajak, kecepatan hingga 445 km per jam, serta konstruksi yang menggabungkan teknik otomotif dengan pendekatan pembuatan jam mewah, Tourbillon menjadi kendaraan yang membawa Bugatti keluar dari formula W16 tanpa meninggalkan obsesi pabrikan tersebut terhadap mesin besar, kecepatan ekstrem, dan pengerjaan detail.






