Gletser Perito Moreno menghadirkan salah satu pemandangan alam paling mengagumkan di Argentina. Hamparan es raksasa ini bergerak perlahan dari Pegunungan Andes menuju perairan Lago Argentino, membentuk dinding berwarna putih kebiruan yang menjulang di hadapan pengunjung. Suara retakan dari dalam es kerap terdengar sebelum bongkahan besar terlepas dan jatuh ke danau dengan dentuman kuat.
Lokasinya berada di kawasan selatan Patagonia, tepatnya di Provinsi Santa Cruz, Argentina. Gletser tersebut menjadi bagian dari Taman Nasional Los Glaciares yang melindungi lebih dari 726.000 hektare hutan Patagonia, padang stepa, pegunungan, dan wilayah es. Kawasan ini didirikan sebagai taman nasional pada 1937, kemudian masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1981.
Popularitas Perito Moreno tidak hanya berasal dari ukurannya. Akses yang relatif mudah dari Kota El Calafate memungkinkan wisatawan melihat bagian depan gletser dari jaringan jembatan pandang tanpa harus mengikuti pendakian berat. Perpaduan antara ukuran, suara, warna, pergerakan es, dan fasilitas pengamatan membuatnya menjadi salah satu gletser yang paling dikenal di dunia.
Gletser Raksasa dari Lapangan Es Patagonia Selatan
Perito Moreno merupakan gletser yang mengalir dari Southern Patagonian Ice Field atau Lapangan Es Patagonia Selatan. Hamparan es ini terbentang di wilayah Argentina dan Chile, lalu mengalir melalui sejumlah lembah menuju danau serta perairan di sekitarnya. Perito Moreno berada di sisi timur lapangan es dan bergerak menuju pertemuan Canal de los Témpanos dengan Brazo Rico di Lago Argentino.
Studi ilmiah yang diterbitkan pada 2025 mencatat luas Perito Moreno sekitar 259 kilometer persegi berdasarkan data 2007. Permukaannya terbentang dari ketinggian sekitar 190 meter hingga 2.850 meter di atas permukaan laut. Pada bagian depan, lapisan es menjulang hingga sekitar 60 meter di atas permukaan air, sementara ketebalan es di sejumlah bagian dekat ujungnya jauh lebih besar.
Es yang terus mengalir menuju danau
Gletser bukan bongkahan es yang diam. Tekanan dari tumpukan salju dan es di dataran tinggi membuat massanya bergerak perlahan mengikuti kemiringan lembah. Salju yang bertahan selama bertahun tahun tertekan oleh lapisan baru hingga berubah menjadi es padat, kemudian mengalir menuju wilayah yang lebih rendah.
Pergerakan itu menyebabkan bagian depan Perito Moreno terus mengalami tekanan. Ketika es mencapai Lago Argentino, sebagian tubuhnya kehilangan penyangga dan pecah menjadi bongkahan yang mengapung. Proses pelepasan es tersebut dikenal sebagai calving. UNESCO menggambarkan bagian depan Perito Moreno sebagai dinding es yang terus bergerak dan secara berkala menjatuhkan gunung es berwarna biru ke danau.
Suara yang muncul tidak selalu berasal dari bongkahan yang terlihat jatuh. Tekanan di dalam tubuh gletser dapat membentuk retakan panjang yang menghasilkan bunyi seperti gemuruh. Beberapa retakan berkembang perlahan, sedangkan lainnya membuka dalam waktu singkat ketika struktur es tidak lagi mampu menahan gaya dari pergerakan dan perubahan suhu.
Warna Biru yang Menjadi Ciri Perito Moreno
Permukaan Perito Moreno memperlihatkan variasi warna yang berubah mengikuti kepadatan es, cahaya matahari, cuaca, dan sudut pandang. Bagian permukaan yang tertutup salju tampak putih, sementara retakan dalam dan bongkahan padat dapat terlihat biru terang hingga biru tua.
Warna tersebut muncul karena es menyerap bagian cahaya dengan gelombang panjang, terutama warna merah, lalu meneruskan dan menyebarkan cahaya biru. Semakin panjang jalur cahaya menembus es yang padat, semakin kuat warna biru yang dapat terlihat. Es tua dengan sedikit gelembung udara biasanya menampilkan warna lebih pekat dibandingkan salju yang baru turun.
Pemandangan ini semakin menonjol ketika langit mendung. Cahaya yang lebih lembut dapat memperjelas lapisan dan retakan pada dinding gletser. Saat matahari bersinar kuat, permukaan es memberikan pantulan lebih tajam, sedangkan bagian dalam celah tetap tampak biru karena cahaya menembus lapisan yang lebih padat.
Menurut penulis, daya tarik Perito Moreno tidak hanya terletak pada luas bentangannya, tetapi juga pada perubahan warna dan suara yang membuat setiap waktu pengamatan terasa berbeda.
Fenomena Bendungan Es dan Pecahnya Jembatan Gletser
Salah satu peristiwa yang membuat Perito Moreno dikenal luas adalah pembentukan bendungan alami di Brazo Rico. Ketika bagian depan gletser bergerak hingga menyentuh Semenanjung Magallanes, aliran air menuju bagian utama Lago Argentino dapat tertutup.
Air kemudian terkumpul di sisi Brazo Rico dan naik lebih tinggi dibandingkan permukaan danau utama. Tekanan air secara perlahan mengikis bagian bawah es, membentuk terowongan. Atap terowongan tersebut dapat bertahan sebagai jembatan es untuk sementara, sebelum akhirnya runtuh dan menghasilkan dentuman besar.
UNESCO menjelaskan bahwa penutupan saluran sempit oleh gletser dapat menaikkan permukaan air untuk sementara. Tekanan yang terbentuk kemudian memicu pecahnya bagian lidah gletser ke danau. Peristiwa itu tidak berlangsung berdasarkan jadwal tetap karena dipengaruhi posisi ujung es, tekanan air, ketebalan gletser, dan bentuk dasar danau.
Catatan pecahnya bendungan sejak awal abad ke 20
Penelitian mengenai banjir pelepasan Perito Moreno menyebut peristiwa pertama yang tercatat terjadi pada 1917. Sebelumnya, gletser mengalami pergerakan maju selama sekurangnya 18 tahun hingga mencapai Semenanjung Magallanes. Antara 1917 dan 1988, tercatat 16 kali penutupan yang berlangsung mulai dari beberapa bulan hingga sekitar tiga tahun.
Peristiwa pecahnya jembatan es kerap menarik perhatian wisatawan dan media. Meski demikian, waktu runtuhnya sulit dipastikan. Pengunjung yang datang tidak memperoleh jaminan akan melihat jembatan es pecah, tetapi pelepasan bongkahan dalam ukuran lebih kecil dapat terjadi pada berbagai bagian dinding gletser.
Gerakan mundur yang terlihat beberapa tahun terakhir juga berpotensi mengubah proses penutupan Brazo Rico. Apabila ujung gletser tidak lagi mencapai titik yang diperlukan untuk menutup saluran, pembentukan bendungan besar dapat menjadi lebih jarang atau berhenti untuk periode tertentu.
Perito Moreno Pernah Dianggap Sangat Stabil
Selama beberapa dekade, Perito Moreno sering disebut sebagai pengecualian di tengah penyusutan banyak gletser Patagonia. Posisi ujungnya relatif tetap, meskipun es terus bergerak dan bongkahan secara rutin jatuh ke danau.
Kestabilan tersebut bukan berarti tidak ada es yang hilang. Salju yang terkumpul di dataran tinggi menggantikan es yang mencair atau terlepas di bagian depan. Selama jumlah yang masuk dan keluar relatif seimbang, posisi ujung gletser dapat terlihat tidak banyak berubah.
Riset mengenai jejak Perito Moreno di bawah permukaan air menunjukkan bahwa gletser mencapai posisi modernnya pada akhir abad ke 19 setelah bergerak maju sekitar 800 meter. Posisi bagian depannya kemudian relatif stabil dalam waktu panjang, sedangkan kontak pertamanya dengan Semenanjung Magallanes tercatat pada 1917.
Keadaan tersebut membuat Perito Moreno menjadi tempat penting bagi penelitian gletser yang berakhir di danau. Para ilmuwan dapat mengamati hubungan antara pergerakan es, bentuk dasar danau, suhu, curah salju, tekanan air, serta pelepasan bongkahan.
Penelitian Terbaru Menunjukkan Perubahan Cepat
Anggapan bahwa Perito Moreno akan terus stabil mulai berubah setelah pengukuran terbaru menemukan penyusutan dan penipisan yang lebih cepat. Studi pada 2025 menggunakan radar yang dibawa dengan helikopter, pengukuran kedalaman danau, data ketinggian permukaan, kecepatan es, dan citra satelit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju penurunan permukaan di dekat bagian depan meningkat dari sekitar 0,34 meter per tahun pada periode 2000 sampai 2019 menjadi sekitar 5,5 meter per tahun pada 2019 sampai 2024. Penurunan tersebut disertai percepatan aliran es dan pergerakan mundur pada bagian depan gletser.
Para peneliti juga menemukan punggungan batu di bawah es yang menjadi kelanjutan dari Semenanjung Magallanes. Struktur tersebut selama ini membantu menahan bagian depan gletser. Di sisi utara, dasar lembah menjadi lebih dalam, dengan lapisan es sekitar 190 meter pada salah satu titik pengukuran dekat ujung gletser.
Apabila es semakin menipis dan terlepas dari punggungan tersebut, bagian depan gletser dapat memasuki wilayah air yang lebih dalam. Keadaan itu berpotensi meningkatkan pelepasan bongkahan dan mendorong pergerakan mundur lebih jauh. Penelitian tersebut tidak menetapkan tanggal pasti, tetapi menunjukkan bahwa bentuk dasar di bawah gletser sangat menentukan perubahan berikutnya.
Penulis menilai perubahan terbaru membuat Perito Moreno tidak lagi cukup dipandang sebagai objek wisata, melainkan juga sebagai lokasi pengamatan penting untuk memahami reaksi gletser terhadap suhu, salju, air, dan bentuk batuan di bawahnya.
El Calafate Menjadi Gerbang Utama Perjalanan
Sebagian besar perjalanan menuju Perito Moreno dimulai dari El Calafate, kota wisata di tepi Lago Argentino. Kota tersebut mempunyai bandara, terminal bus, hotel, restoran, toko perlengkapan, serta berbagai penyedia perjalanan menuju taman nasional.
Jarak dari El Calafate menuju kawasan jembatan pandang Perito Moreno sekitar 80 kilometer melalui Provincial Route 11. Jalannya telah beraspal dan melewati bentang stepa sebelum memasuki kawasan hutan di Semenanjung Magallanes. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan sewaan, bus, atau layanan tur.
Bandara Internasional Comandante Armando Tola menerima penerbangan dari sejumlah kota di Argentina serta rute internasional tertentu sesuai musim. Perjalanan darat menuju El Calafate juga tersedia dari berbagai wilayah Argentina dan kota di bagian selatan Chile, termasuk Punta Arenas dan Puerto Natales.
Kondisi cuaca di Patagonia dapat berubah cepat. Langit cerah dapat berganti menjadi mendung, hujan, atau angin kuat dalam satu hari. Pengelola taman menyarankan pengunjung membawa pakaian hangat, lapisan tahan air, serta alas kaki yang sesuai untuk berjalan.
Jaringan Jembatan Pandang Memudahkan Pengamatan
Perito Moreno dapat dilihat dari sistem jembatan dan balkon yang dibangun di lereng Semenanjung Magallanes. Jalur tersebut memberikan sudut pandang ke arah wajah utara, tengah, dan selatan gletser tanpa mengharuskan pengunjung turun ke permukaan es.
Beberapa jalur mempunyai tangga dan kemiringan berbeda. Pengunjung dapat memilih bagian yang sesuai dengan waktu serta kemampuan fisik. Tersedia pula area parkir atas bagi pengunjung dengan kebutuhan mobilitas tertentu, sementara kendaraan umum dan kendaraan pribadi menggunakan area yang telah ditentukan.
Permukaan sejumlah jalur menggunakan kisi logam. Alas kaki yang menutup kaki dan menopang pergelangan lebih aman dibandingkan sandal atau sepatu dengan sol licin. Pengelola taman secara khusus mengingatkan penggunaan sepatu yang sesuai untuk mengurangi risiko jatuh di jalur pengamatan.
Berjalan perlahan memberikan peluang lebih besar untuk mendengar retakan sebelum bongkahan jatuh. Suara sering tiba lebih lambat daripada gerakan yang terlihat karena jarak antara balkon dan gletser cukup lebar. Pengunjung sebaiknya memperhatikan seluruh permukaan dinding, bukan hanya titik yang baru saja mengeluarkan suara.
Pelayaran Membawa Wisatawan Mendekati Dinding Es
Selain melihat dari daratan, pengunjung dapat mengikuti pelayaran di Lago Argentino. Kapal bergerak mendekati bagian utara atau selatan gletser dengan tetap menjaga jarak aman dari dinding es.
Dari permukaan air, ukuran Perito Moreno terasa lebih besar. Menara es yang terlihat tidak terlalu tinggi dari jembatan pandang dapat tampak menjulang ketika dilihat dari kapal. Bongkahan yang mengapung juga memperlihatkan warna, retakan, serta bentuk yang tidak terlihat jelas dari daratan.
Pengelola taman mencatat beberapa pilihan pelayaran dari wilayah Perito Moreno, termasuk perjalanan menuju wajah selatan dan wajah utara. Tersedia pula perjalanan yang menggabungkan pelayaran dengan kunjungan ke jembatan pandang. Kegiatan kayak sekitar dua jam juga ditawarkan oleh penyedia berizin bagi peserta yang memenuhi ketentuan keselamatan.
Kapal tidak boleh bergerak terlalu dekat karena bongkahan yang jatuh dapat menciptakan gelombang dan menyebabkan pecahan es bergerak cepat. Wisatawan harus mengikuti instruksi awak kapal dan tidak menganggap air yang tampak tenang sebagai tanda bahwa gletser sedang tidak aktif.
Trekking di Atas Es Memerlukan Pendamping Resmi
Berjalan di permukaan Perito Moreno menawarkan pengalaman yang berbeda dari pengamatan di balkon. Peserta dapat melihat celah, aliran air, lubang biru, punggungan, dan tekstur es dari jarak dekat.
Kegiatan ini tidak dapat dilakukan secara mandiri. Permukaan gletser terus berubah dan menyimpan celah yang mungkin tertutup lapisan salju tipis. Perjalanan harus dilakukan melalui penyedia resmi dengan pemandu, jalur yang telah dinilai, perlengkapan sesuai standar, serta batas usia dan kondisi kesehatan tertentu.
Program trekking biasanya mencakup perjalanan kapal menuju sisi gletser, berjalan melalui kawasan hutan, penjelasan keselamatan, pemasangan crampon, dan perjalanan di atas es. Durasi keseluruhan dapat memakan hampir satu hari karena mencakup perjalanan dari El Calafate dan kunjungan ke area pandang. Situs pariwisata El Calafate mencatat salah satu program trekking memiliki durasi total sekitar sepuluh jam.
Peserta perlu mengikuti langkah pemandu dan menjaga jarak dari celah. Pakaian harus disesuaikan dengan cuaca, tetapi keleluasaan bergerak tetap diperlukan. Sarung tangan berfungsi melindungi tangan dari suhu rendah serta permukaan es yang tajam apabila peserta kehilangan keseimbangan.
Waktu Masuk Taman Berbeda Menurut Musim
Area Corredor Mitre menuju Gletser Moreno memiliki jadwal akses yang berubah berdasarkan musim. Dari 1 September hingga 30 April, pintu masuk resmi dibuka mulai pukul 08.00 sampai 18.00, dengan pengunjung diperbolehkan berada di dalam kawasan hingga pukul 20.00.
Pada periode 1 Mei sampai 31 Agustus, waktu masuk berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00, sedangkan batas keberadaan di area taman sampai pukul 18.00. Jadwal dapat berubah akibat cuaca, kondisi jalan, pekerjaan perawatan, atau kebijakan pengelola sehingga pemeriksaan informasi resmi tetap diperlukan sebelum berangkat.
Musim panas memberikan waktu siang lebih panjang dan akses yang lebih luas, tetapi jumlah pengunjung biasanya lebih besar. Musim dingin menghadirkan salju, lapisan es, serta jalan yang membutuhkan perhatian tambahan. Kendaraan yang memasuki taman pada musim dingin diwajibkan menggunakan perlengkapan ban sesuai ketentuan, termasuk rantai atau ban berpaku yang telah disetujui.
Pariwisata Menjadi Bagian Penting bagi El Calafate
Perito Moreno mempunyai peran besar dalam kegiatan ekonomi El Calafate dan wilayah sekitarnya. Hotel, restoran, pengemudi, pemandu, operator kapal, toko, dan penyedia perlengkapan memperoleh kegiatan dari arus wisatawan yang datang untuk melihat gletser.
Studi 2025 mencatat hampir 800.000 tiket terjual untuk Taman Nasional Los Glaciares pada 2023, naik dari 663.674 tiket pada 2022. Penelitian yang sama menyebut hampir 90 persen pengunjung El Calafate mendatangi Perito Moreno selama perjalanan mereka.
Ketergantungan tersebut membuat perubahan posisi gletser menjadi perhatian bagi masyarakat setempat. Apabila dinding es bergerak semakin jauh dari Semenanjung Magallanes, sudut pandang, kegiatan kapal, trekking, dan susunan fasilitas mungkin memerlukan penyesuaian.
Meski perubahannya terlihat, Perito Moreno tetap merupakan bentang es berukuran sangat besar. Pengamatan ilmiah tidak bertujuan menyatakan bahwa gletser akan menghilang dalam waktu singkat, melainkan menjelaskan bahwa kestabilan yang lama dikenal kini mulai menunjukkan perubahan jelas.
Aturan Kunjungan untuk Menjaga Kawasan Gletser
Taman Nasional Los Glaciares merupakan kawasan perlindungan alam, bukan sekadar lokasi rekreasi. Pengunjung dilarang membawa hewan peliharaan dan menerbangkan drone. Sampah harus dibawa keluar, satwa liar tidak boleh diberi makan, dan instruksi petugas taman wajib dipatuhi.
Pengunjung juga diminta menjaga tingkat suara. Musik dari pengeras suara dapat mengganggu orang lain dan mengubah suasana alami kawasan. Perito Moreno menawarkan pengalaman yang sangat bergantung pada suara, termasuk desiran angin, pergerakan air, retakan dari dalam es, dan dentuman bongkahan yang jatuh.
Berjalan hanya pada jalur resmi melindungi pengunjung sekaligus mengurangi kerusakan pada tumbuhan di sekitar Semenanjung Magallanes. Cuaca yang mudah berubah, permukaan licin, serta lemahnya sinyal telepon di beberapa lokasi perlu diperhitungkan sejak sebelum keberangkatan.






